Cinta itu bagaikan benih
Yang tersemai, terpendam, tumbuh, bersemi, lalu gugur, dan mati
Dan seandainya ceritaku bisa berakhir sesempurna itu
Kuharap rasa ini segera berakhir
Mencapai sebuah titik dimana tak bisa bersemai kembali
Mencapai sebuah titik dimana tak bisa tumbuh semakin baik
Mencapai sebuah titik yang dinamakan MATI
Dan segera kurengkuh damaiku sendiri
Rabu, 22 Februari 2012
Dan Mati...
Diposkan oleh A.N.A di 22:03 0 komentar
Label: corat-coret, poem
I'm Not That Deaf
Aku juga bisa mendengar apa yang semua bisa dengar
Aku juga bisa melihat apa yang semua bisa lihat
Dan aku punya mata, telinga, juga hati untuk bisa merasakan segalanya
Melihat dengan mataku
Mendengar dengan telingaku
Dan merasa dengan hatiku
Tapi aku khawatir, aku tidak bisa mengatakan apa yang kurasa padamu
Aku khawatir aku tidak bisa menceritakan apa yang salah tentangku, tentangmu, tentang kalian
Karna seketika itu aku membisu
Dunia seolah membungkamku
Dengan segala pesakitan yang selalu berusaha kugugurkan
Dengan segala rasa yang seharusnya menghilang dari ragaku
Diposkan oleh A.N.A di 22:01 0 komentar
Label: corat-coret, poem
Sabtu, 18 Februari 2012
"Memanusiakan Manusia"
Selain itu, jika angkutan umum di Indonesia sudah merupakan angkutan yang "memanusiakan manusia", siapa juga yang untung? Orang Indonesia sendiri kan? Lebih-lebih, ini bisa menekan tingkat kemacetan yang sekarang sudah tidak hanya terjadi di kota besar, juga menekan jumlah kendaraan bermotor yang membludak di jalanan. :)
Diposkan oleh A.N.A di 05:38 0 komentar
Label: corat-coret
Sabtu, 11 Februari 2012
I'm dying just to realize
Diposkan oleh A.N.A di 06:35 0 komentar
eyes
Eyes.
Actually, aku hampir tidak pernah menatap mata seseorang. Hampir tidak pernah menatapnya terlalu lama. Tidak, bukan karena aku takut. Bukan karena aku pengecut.
Tapi menatap mata seseorang membuatku merasa sangat -sebut saja- grogi. Membuatku merasa terancam. Bukan karena orang tersebut mengerikan atau semacamnya. Tapi karena aku takut dia bisa membaca kisah apa yang ada di dalam mataku. Maaf, jika suatu saat kau dan aku bertemu, aku masih tak berani menatap matamu.
Tapi, rasa takut ini bukan yang tidak beralasan. Rasa takut ini memiliki alasan yang aku mengerti, tapi tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata sekalipun. Hanya itu yang kutahu.
But, someday i.just.wanna.catch.you.in.your.eyes.and.i.want.you.tell.me.everything.with.that.eyes.
Diposkan oleh A.N.A di 05:56 0 komentar
Label: corat-coret
